Senin, 13 Agustus 2012

acara 'Xtraligi Ngaji Seni Bareng Slank' mendapat pujian dari MUI



Selama bulan Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memantau seluruh siaran televisi dalam menyambut, menyemarakkan dan memberi warna Ramadan melalui program-program mereka. Sejumlah program mendapat apresiasi dan dinilai dapat memberikan hiburan juga tuntunan.
Banyak acara yang mendapat pujian dan juga teguran selama di bulan ramadhan, terutama dalam masalah ucapan dan juga isi dari acara tesebut.
Karena selama bulan ramadhan ini juga banyak acara yang justru malah melecehkan dan mengolok-olok martabat manusia hanyak untuk bahan tertawaan. tetapi banyak juga acara yang mengandung nilai positif selama bulan ramadhan, bahkan MUI memuji banyak sekali acara televisi dan juga bebrapa sinetron.  
Dari sejumlah acara yang yang mendapat apresiasi oleh MUI acara 
 'Xtraligi Ngaji Seni Bareng Slank' yang tayang di Indosiar Rabu, 1 Agustus pukul 11.33 WIB juga dinilai MUI sebagai acara yang menarik.
Karena acara tersebut mencampurkan nilai agama, moral, musik, dan juga para Slankers itu sendiri.
Sehingga mampu menghilangkan pandangan masyarakat ke pada Slankers yang agak negatif.

Tujuh Acara Ramadan di Tegur KPI


Saat Ramadan tiba, semua stasiun TV berlomba-lomba menampilkan program acara religi. Sayangnya tidak semua acara memenuhi unsur yang disyaratkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
KPI telah melayangkan 7 surat teguran kepada tujuh acara televisi yang dinilai melanggar. Jika tidak ada perbaikan KPI akan bertindak tegas. Ketujuh acara tersebut adalah 
Waktunya Kita Sahur (TransTV), Kampung Sahur Bejo (RCTI), Sahur Bersama Srimulat (Indosiar), Ngabuburit (TransTV), Sabarrr Tingkat 2 (SCTV), John Lenong (Trans7) dan Inbox (SCTV).
"Sebenarnya teguran semacam ini tidak hanya berlaku saat Ramadan. Kami memantau sepanjang tahun. Tapi banyaknya acara komedi yang disiarkan langsung ini berpotensi membuat pelanggaran. Kalau stasiun TV mengacu pada pedoman penyiaran saya yakin bakal clean," ujar Nina Mutmainnah Armando, Komisioner Bidang Isi dan Siaarn KPI dalam Perskon Hasil Pantauan Konten Media Paruh Pertama Ramadan 1433 H, di Gedung Keminfo, Jakarta Pusat, Senin (6/8). Pelanggaran secara umum yang dilakukan adalah pelanggaran atas perlindungan pada orang dan/atau kelompok masyarakat tertentu.
"Melecehkan orang dengan kondisi fisik tertentu atau orang dengan orientasi seks dan identitas gender tertentu atau pekerjaan tertentu. Ini bahkan dilakukan berulang-ulang," kata Nina.
Nina menambahkan, sejak 3 Agustus 2012, KPI sudah menjatuhkan 43 sanksi administratif kepada lembaga penyiaran. Sanksi itu berupa 32 teguran pertama, 5 sanksi teguran kedua, 5 penghentian sementara, dan 1 pembatasan durasi. 

Bermuatan Konflik Agama, 'Sembilan Wali' Diminta Stop Tayang dari televisi

Bermuatan Konflik Agama, 'Sembilan Wali' Diminta Stop Tayang Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali meminta sinetron Sembilan Wali yang tayang di Indosiar setiap pukul 20.00 WITA dihentikan penayangannya.
"Teguran pertama tidak ditanggapi. Kami mengeluarkan teguran kedua sekaligus minta tayangan Sembilan Wali dihentikan," kata Komang Suarsana, Ketua KPID Bali di Denpasar, Rabu (1/07).
KPID Bali menilai, sinetron tersebut termasuk kategori fiksi sejarah atau legenda yang di dalamnya mengandung pro-kontra dan konflik antara Hindu dan Islam.
"Sebagai fiksi sejarah, seharusnya ada peran pakar sejarah dari kedua paham yang dipertentangkan yang menjadi konsultan atau advisor, agar terjadi keseimbangan dan otorisasi kebenaran informasi dalam setiap alur cerita yang disiarkan, yang ditampilkan dalam prolog cerita maupun ending title (akhir judulnya)," ujarnya.
Berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) pasal 6 dan pasal 7, sinetron Sembilan Wali dinilai melakukan sejumlah pelanggaran.
Pertama, kata dia, sinetron Sembilan Wali bertendensi melanggar pemanfaatan program untuk kepentingan publik karena hanya menguntungkan kelompok tertentu. Sinetron tersebut juga tidak mencerminkan penghormatan terhadap SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).
"Yang jelas-jelas, sinetron Sembilan Wali terindikasi mengandung pelecehan, dalam hal ini terhadap umat Hindu," kata Suarsana yang mengaku menerima pengaduan dari sejumlah LSM, termasuk dari Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali terkait tayangan sinetron tersebut.
P3SPS menegaskan, program siaran materi agama dilarang mengandung serangan, penghinaan, pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan agama tertentu. Termasuk juga dilarang menyajikan perbandingan antaragama.
Suarsana merinci, surat teguran pertama sudah dilayangkan kepada stasiun televisi itu dan KPI Pusat, namun tidak mendapat tindak lanjut.
"Kami keluarkan teguran keras kedua tanggal 31 Juli 2012 dengan harapan mendapatkan respon dari pihak stasiun televisi maupun KPI Pusat," katanya.
Menurut Suarsana, sinetron Sembilan Wali dalam alur ceritanya seakan-akan memberikan gambaran sejarah yang nyata dan benar-benar terjadi tentang masuknya pengaruh Islam ke Nusantara, khususnya ke Kerajaan Majapahit.
Kisahnya dibumbui cerita-cerita horor, kedigjayaan yang seakan-akan memberi gambaran kehebatan para Wali yang berlatarkan paham Islam untuk menundukkan masyarakat dan Kerajaan Majapahit sebagai penganut Hindu.
"Kami tidak ingin sinetron itu justru menimbulkan konflik di masyarakat yang sudah hidup rukun penuh toleransi saat ini. Oleh karena itu kami tegas minta sinetron ini dihentikan," ujar Suarsana. (antara/dar)

sumber. Kapanlagi.com

lirik slank - tepi campuhan



Kulepas mata memandang 
Sawah hijau membentang 
Dua ekor anjing berkejar-kejaran 
Menyusuri pematang... tepi Campuhan

Kulepas otak melayang 
Ikuti semua kenyataan 
Dua burung putih turun ke ladang 
Mengganggu mimpi-mimpiku

Tepi Campuhan aku sendiri 
Menahan hening redup senja ini 
Tepi Campuhan aku menyepi 
Menahan dingin kabut senja ini
Di sini aku sendiri 
Di siniku saat ini nikmati sepi

Hujan turun tak juga berhenti 
Halangi sunset yang kunanti 
Sepasang capung menginjakkan kaki di kali 
Lalu terbang dan hinggap di bunga

Sembunyi diriku dalam pelukan alam 
Hindari semua kenyataan 
Menggigil tubuhku sadari alam 
Di sini aku kecil dan tak berarti

Minggu, 12 Agustus 2012

Wisata di Jakarta ala gua

monas   tempat wisata di jakarta itu banyak banyak dan banyak banget asal lu tau jah dari wisata orang susah sampe wisata orang kaya sebenernya banyak banget tergantung elu suka nya yang mana di deket rumah gua ada yang nama nya Taman mini indonesia indah, Taman bunga wiladatika, ada jambore dan gatau dah apa lagi. yang agak jauh sedikit ada Monumen nasional (Monas) ada kota tua, Kebun binatang ragunan, ada apa lagi yak gua lupa. Apa lagi yang nama nya Museum, banyakkkkkk banget gua jamin seru lu kalo kemuseum-museum yang ada di jakarta. pokok nya seru. Kalo mao yang agak keluar kota dikit ada kebon raya bogor, ada puncak bogor. kalo itu sih yang sering gua kunjungin. tapi cerita nya yang ini dulu aja deh
Sebener nya udah sering banget yang nama nya jalan-jalan ke Monas. tapi tetep aja seru tiap kali gua ke sana tau mungkin karna kebersamaan yang gua rasain, dan yang pasti wisata nya murah meriah buat anak pingiran jakarta kaya gua.
   yang pasti tiap gua jalan gua selalu naek kereta entah kenapa gak tau kenapa gua kayak nya suka banget sama yang nama nya kereta cuma 2 ribu rupaih gua udah bisa keliling jakarta. 
   tapi ya begitu naik nya kereta ekonomi kayak yang elu tau aja. kereta ekonomi menurt gua emang gak layak buat manusia menurut gua. Tapi bandingin dari segi harga aja sama kereta Comuter line yang harga tiket nya sekarang 9 ribu, kalo buat gau rasa nya berat banget.mana tetep desek desekan juga lagi.
  Sebenrnya gua kesini iseng-iseng aja gua abis ke potlot beli baju, terus bingung mau jalan kemana. Kan deket potlot ada setasiun tu, kalo gua bilang si setasiun kali bata. tapi kayak nya nama setasiun nya Duren Tiga gua rasa, haha.. sorry lupa.
pas ampe stasiun udah beli tiket temen gua hampir aja ketinggalan kereta gara-gara dia beli minum dulu, untung dia msih bisa lari.
  Cuma gua kadang suka gedek sama anak ini kalo gua jak jalan-jalan dikit-dikit ngajak pulang mulu, nama nya dia Patut.

  Terus yang gua senegin kalo naek kereta itu anti macet, maklumin aja jalanan jakarta itu macet banget, buat orang luar jakarta yang belum terbiasa mungkin lu akan sedikit stress. gak di jalan protokol gak di jalan raya pasti ada aja yang nama nya macet. pas gua SMP aja jalan raya di dalem kampung aja macet.

  Sekarang gua udah SMA kalo sekarang gua lewat jalan raya gede. biar jalan nya gede yang nama nya mobil ama motor jalan nya merayap saking penuh nya itu dari subuh loh, ampe sekitar jam tujuh pagi. puyeng dah yang nama nya kemana di jakarta. maka nya itu i love kereta.